Kunci Sukses Pemupukan di Lahan Gambut

Pemupukan

Gambar Artikel

Kunci Sukses Pemupukan di Lahan Gambut

Lahan gambut memiliki karakteristik unik, yaitu tingkat keasaman (pH) yang tinggi dan miskin unsur hara makro maupun mikro. Oleh karena itu, pemupukan tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap jenis tanaman membutuhkan dosis dan perlakuan yang berbeda agar nutrisi dapat diserap optimal dan petani tidak mengalami kerugian akibat salah takaran. Berikut adalah panduan pemupukan berdasarkan acuan standar pertanian.

Langkah Wajib: Pemberian Amelioran (Bahan Pembenah Tanah)

Sebelum membahas jenis pupuk untuk masing-masing tanaman, langkah pertama yang mutlak dilakukan di lahan gambut adalah pemberian amelioran. Tanpa proses ini, pupuk kimia jenis apa pun tidak akan bisa diserap secara maksimal oleh akar tanaman karena terikat oleh tingkat keasaman tanah yang ekstrem.

  • Kapur Dolomit: Berfungsi menaikkan pH tanah gambut dan menyediakan kalsium serta magnesium. Dosis anjuran berkisar antara 2-3 ton per hektar, diberikan 2-4 minggu sebelum penanaman.
  • Abu Sabut Kelapa atau Abu Sekam: Sangat baik ditambahkan untuk menambah unsur silika dan kalium alami, serta membantu menetralkan racun asam organik di lahan gambut.

Pemupukan pada Tanaman Padi Sawah

Tanaman padi di lahan gambut sering mengalami masalah keracunan besi dan mudah rebah. Oleh sebab itu, padi membutuhkan kalium ekstra untuk memperkuat struktur batang dan memaksimalkan pengisian gabah.

  • Pupuk Nitrogen (Urea): Dosis anjuran berkisar 150-200 kg per hektar. Wajib diberikan dalam dua hingga tiga tahap (misalnya pada umur 14, 28, dan 40 Hari Setelah Tanam) agar hara tidak mudah tercuci oleh air gambut.
  • Pupuk Fosfor (SP-36): Diberikan sekitar 75-100 kg per hektar. Pupuk ini diberikan sekaligus sebagai pupuk dasar pada saat pengolahan lahan terakhir.
  • Pupuk Kalium (KCl): Sangat krusial di lahan gambut. Berikan 100-150 kg per hektar, yang bisa dibagi dua kali aplikasi (sebagian sebagai pupuk dasar dan sisanya saat fase primordia atau pembentukan malai).

Pemupukan pada Tanaman Jagung

Jagung merupakan komoditas yang sangat rakus unsur hara, terutama Nitrogen. Di lahan gambut, penambahan bahan organik sangat dianjurkan untuk membantu menahan kelembapan dan memegang unsur hara dari pupuk kimia agar tidak mudah hanyut.

  • Pupuk Organik/Kandang: Berikan 5-10 ton per hektar saat persiapan bedengan atau pengolahan lahan.
  • Pupuk Nitrogen (Urea): Membutuhkan dosis sekitar 250-300 kg per hektar. Diberikan secara bertahap pada umur 10-14 HST dan 30-35 HST.
  • Pupuk Fosfor (SP-36): Diberikan penuh sebagai pupuk dasar sebanyak 100-150 kg per hektar di awal tanam.
  • Pupuk Kalium (KCl): Berikan sekitar 100 kg per hektar bersamaan dengan pemupukan Urea tahap pertama untuk menunjang pembentukan tongkol jagung yang padat.

Pemupukan pada Tanaman Nanas

Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura yang paling toleran dan adaptif terhadap tingkat keasaman lahan gambut. Pemupukan pada nanas lebih difokuskan pada pembentukan ukuran dan tingkat kemanisan (Brix) buah.

  • Pupuk Nitrogen (Urea atau ZA): Diberikan sekitar 150-200 kg per hektar. Penggunaan pupuk ZA (Amonium Sulfat) terkadang lebih disarankan pada nanas di lahan gambut karena kandungan sulfurnya dapat meningkatkan ketahanan tanaman dan aroma buah.
  • Pupuk Kalium (KCl): Kunci kemanisan nanas ada pada kalium. Berikan dosis tinggi sekitar 150-250 kg per hektar.
  • Waktu Aplikasi: Pemupukan pertama dilakukan 2-3 bulan setelah bibit mahkota/tunas ditanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Cara aplikasinya bisa ditabur di ketiak daun bagian bawah (bukan pucuk muda) atau di sekeliling barisan tanaman.

Catatan: Angka di atas adalah dosis rekomendasi umum untuk lahan gambut. Untuk hasil yang paling akurat, petani sangat disarankan untuk melakukan pengujian tanah terlebih dahulu menggunakan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) agar dosis pupuk bisa presisi sesuai dengan kondisi spesifik kebun.